Monday, October 7, 2013

SPESIFIKASI BMW K 1300 R | Keluaran Motor Terbaru

SPESIFIKASI BMW K 1300 R | Keluaran Motor Terbaru

During this BMW may be more widely known as a luxury car brand BMW has yet mere two-wheel division. And no half-hearted there are now four new BMW motorcycles have entered the Indonesian market.

PT Son Wisanna Motorrad which is representative of the Indonesian Mottorrad BMW today shows four new BMW motorcycles will they marketed the BMW F 650 GS, BMW R 1200 BMW K 1300 R and R.

"And the most interesting, we also bring the BMW R 1200 GS Adventure Special Edition which is a special edition 30 years BMW GS type," said President Director PT Putra Wisanna Motorrad, Epicentrum GrattianoDeru in Jakarta, Sunday (25/07/2010).

BMW R 1200 GS Adventure Special Edition itself is a special edition of the GS series that is already very well known and is the world's best selling BMW motorcycles.

This special edition is different from the series 'usual' because it carried the design and colors and different body style than the GS in general.

While the BMW F 650 GS ENDURO type motor which is very suitable for the Indonesian people posture. "For not too high, so our guys are not too difficult to use," explained GrattianoDeru.

But if it wants power-crazy, consider the lyrics of BMW K 1300 R, which is an exotic motor sport as well as futuristic. This motorcycle carrying capacity of 1293 cc engine-powered 173 hp strong with 103 lb-ft of torque.

While her sister BMW BMW R 1200 R is also equipped machine that is no less formidable an engine capacity 1157 cc power 163 hp.

For the price of PT Putra Wisanna price Motorrad BMW F 650 GS, BMW R 1200 BMW K 1300 R and R with their respective price of Rp 420 million, USD 530 million and Rp 580 million.

"While the GS special edition for us off the price of Rp 550 million," he added

BMW R12, Sepeda Motor Nazi Jerman Paling Terkenal!

Profil sepeda motor BMW R12 buatan tahun 1938 yang diperuntukkan bagi Angkatan Darat (Heer)


Para tentara Jerman berfoto dengan sepeda motor BMW R12 di tengah reruntuhan. Kaleng penyimpan masker gas tergantung di dada masing-masing. Tampaknya mereka baru saja mengalami hari yang melelahkan!


Masih dari orang-orang yang sama dengan yang di atas. Berfoto sejenak di tengah perjalanan jauh. Jaket hujan mereka telah penuh dengan debu, jangan pula ditanya wajah dan sepeda motor tandem BMW R12 mereka!


Masa kejayaan Nazi Jerman : seorang Feldgendarmerie (Polisi Militer) yang mengendarai BMW R12 mengawasi barisan tawanan Prancis yang tertangkap dalam penyerbuan Jerman ke Negara-Negara Bawah dan Prancis tahun 1940. Sementara itu, prajurit Jerman lain yang sedang beristirahat dengan penuh rasa ingin tahu memperhatikan musuh yang baru saja dikalahkannya


Barisan pengendara BMW R12. Biasanya pasukan bersepeda motor ini adalah pasukan reconnaisance (pengintaian) yang bertugas sebagai tim pelopor dalam iring-iringan. kendaraan sepeda motor yang ringan, kecil dan berkecepatan tinggi memungkinkan mereka untuk secara mobil bolak-balik dari front ke induk pasukan untuk melaporkan situasi sekitar


Dua orang prajurit Wehrmacht bergaya dengan sepeda motor tandem BMW R12 mereka. Tampaknya motor ini masih gres, yang tampak dari ban depan yang masih mulus dan belum gundul!


Ngapain tuh ember ikut-ikutan nongol di belakang? Mau nimba, Kang?


Oleh : Alif Rafik Khan
Perusahaan otomotif BMW pertama kali memperkenalkan sepeda motor seri R12 di tahun 1935, dan merupakan sepeda motor pertama di dunia yang dilengkapi oleh peredam teleskopis hidrolik yang bercabang tiga. Dengan mesin 745-cc dan berat 408 lbs, BMW R12 berkekuatan 20 tenaga kuda di 3400rpm dan dapat mencapai kecepatan maksimal 75 mil/jam.
BMW-R12 adalah jenis BMW yang paling populer dipakai oleh Wehrmacht, walaupun yang R35, R71 dan R75 pun lumayan ngetop dan banyak muncul dalam foto-foto era tersebut.
Tahun produksi: 1935 – 1941
Jumlah produksi keseluruhan: 20.000 buah untuk sipil, dan 10.000 buah untuk kalangan militer. Totalnya adalah 36.008 buah
Mesin: sidevalve 18hp/3400rpm atau 20hp/4000rpm, 2-cyl 4-stroke aircooled, boxer-motor 745cc SV
Bore/Stroke: 78/78 mm
Rasio kompresi: 5,2 : 1
Dimensi (solo): panjang: 2100mm
lebar: 900mm
tinggi: 940mm
tinggi sadel: 70cm
Dimensions (gespann, dengan tandem): panjang: 2520mm
lebar: 1615mm
tinggi: 1000mm
Jarak antar roda (wheelbase): 1380mm
Rear track (gespann, versi tandem): 1070mm
Road clearance (solo): 120mm
Road clearance (tandem): 245mm
Carburetter: Amal 6/406 SP dan 6/407 SP (berdasarkan sumber lain)
Starter: 45/70 Watt
Aki: 6 Volt 7 Ah
Kopling: dry single plate
Gearbox: 4-speed
Rasio: I - 3,18; II - 2,06; III - 1,42, IV - 1,09 Gardan
Rasio transmisi: solo - 4,07 (14 : 57),
gespann - 4,75 (12 : 57),
Heer (militer) - 5,18 (11 : 57)
Pressed steel frame
Telescope front fork
Roda belakang tanpa alat pengatur api
Rem kaki: dihubungkan dengan tuas ke roda belakang
Rem tangan: dihubungkan dengan kabel ke roda depan
Turning radius: 2,25m (kiri), 1,8m (kanan)
Berat (solo): 188 kg
Kecepatan maksimum: 125 km/jam (sipil);
100 km/jam (Wehrmacht solo);
85 km/jam (Wehrmacht gespann)
Roda: 3,50x19 or 4,00x19 inci
Tekanan roda, atm.: depan - 1,4 (dengan tandem - 1,4)
belakang - 1,5 (dengan tandem - 1,9, untuk tiga - 2,3)
Kapasitas tangki bahan bakar: 14 Liter
Konsumsi bahan bakar: 4,4 Liter/100km (sipil)
5,5 Liter/100km (Wehrmacht solo)
6,5 Liter/100km (Wehrmacht gespann).
Oli mesin, gearbox dan gardan – SAE 40 (musim panas), diganti setiap 2000 km, sementara filter olinya harus diganti setiap 12.000 km.
Kemampuan mengarungi air sampai kedalaman 250mm

BMW R75, Sepeda Motor Yang Desainnya Dijiplak Harley-Davidson!



BMW R75, Sepeda Motor Yang Desainnya Dijiplak Harley-Davidson
SS-Hauptsturmführer Rudolf von Ribbentrop (Chef 3.Panzerkompanie/I.Bataillon/SS-Panzer-Regiment 12) sedang dibonceng di bagian sespan BMW R75 oleh Kommandeur SS-Panzer-Regiment 12/12.SS-Panzer-Division "Hitlerjugend", SS-Obersturmbannführer Max Wünsche, setelah mengadakan kunjungan terhadap para anggota III.Zug/15.Kompanie/SS-Panzergrenadier-Regiment 25 yang selamat dari penyerangan yang gagal terhadap 2nd Armoured Brigade Kanada di Norrey-en-Bessin, Normandia, tanggal 9 Juni 1944. Perhatikan bahwa Von Ribbentrop dan Wünsche sama-sama terluka dalam foto yang diambil oleh SS-Kriegsberichter Siegfried Woscidlo ini!



Pada tahun 1930-an BMW memproduksi sejumlah sepeda motor yang sangat efisien dan populer pada masanya. Pada tahun 1938 jenis R75 mulai dikembangkan atas permintaan dari Wehrmacht.
Pada awalnya, mesin R75 merupakan reproduksi dari mesin 750cc side valve milik R71, tapi kemudian dirasa perlu untuk menggantikannya dengan mesin OHV 750cc terbaru yang khusus didesain untuk R75. Mesin OHV 750cc ini begitu suksesnya sehingga kemudian menjadi dasar untuk mesin-mesin kembar BMW pasca-perang semacam R51/3, R67 dan R68.
Roda ketiga di sespan digerakkan oleh gandar yang tersambung ke roda belakang motor. Semua rodanya disambungkan ke penggerak menggunakan locking differential serta gear ratio road/off-road sehingga keempat giginya (termasuk gigi mundur) bisa berfungsi dengan maksimal. Ini membuat BMW R75 mampu bermanuver dengan lincah dan bisa menjelajah ke berbagai medan yang sulit. Beberapa pembuat sepeda motor lain semacam FN dan Norton menyediakan sespan hanya sebagai opsi tambahan saja.
BMW R75 dan rivalnya, Zündapp KS750, sama-sama digunakan secara luas oleh Wehrmacht di medan perang Rusia dan Afrika, meskipun evaluasi yang dilakukan pada saat itu membuktikan bahwa mesin yang dipakai oleh Zündapp lebih superior dibandingkan dengan BMW. Pada bulan Agustus 1942, Zündapp dan BMW setuju untuk melakukan standarisasi begian-bagian mesin mereka atas desakan dari Wehrmacht. Sebagai hasilnya adalah cikal-bakal perpaduan Zündapp-BMW (yang kemudian dinamakan BW 43), dimana sespan BMW 286/1 ditempelkan ke sepeda motor Zündapp KS75. Mereka juga setuju untuk menghentikan pembuatan R75 saat produksinya sudah mencapai angka 20.200 unit, untuk setelahnya BMW dan Zündapp hanya akan menghasilkan mesin gabungan Zündapp-BMW dengan kapasitas produksi masing-masing 20.000 unit pertahun.
Karena target produksi BMW R75 sebanyak 20.200 tidak terpenuhi, maka sepeda motor jenis ini masih terus diproduksi sampai pabrik yang membuatnya di Eisenach hancur terkena pemboman Sekutu tahun 1944. Uniknya, produksinya di Jerman berhenti tapi kemudian dilanjutkan di Soviet tahun 1946 sebanyak 98 unit sebagai cadangan/reparasi dari kendaraan yang sudah ada sebelumnya!
Yang jelas, program standarisasi juga berarti bahwa mesin yang diproduksi oleh BMW dan Zündapp menggunakan 70% komponen yang sama. Hal ini memudahkan pasokan spare-part untuk kendaraan ini (yang banyak di antaranya masih berfungsi dengan mulus di tangan para kolektor sepeda motor antik!). Kendaraan semacam BMW R75 banyak diburu oleh para kolektor karena kualitasnya yang amit-amit mumpuni sehingga masih bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari dan digunakan di jalan mulus atau brenjal-brenjul tanpa masalah!
Pada tahun 1954 sejumlah kecil R75 hasil modifikasi diproduksi ulang di Eisenach (kini menjadi bagian dari Jerman Timur yang dikontrol Soviet) untuk menjalani pengujian dengan nama AWO 700, tapi kemudian hasilnya tidak pernah diproduksi secara penuh.
Kesuksesan dan daya tahan BMW R75 selama berlangsungnya Perang Dunia II membuat US Army meminta sepeda motor dari jenis yang sama (shaft-driven) kepada Harley-Davidson untuk penggunaan tentaranya yang bertugas di medan perang. Ini kemudian membuat pabrikan tersebut membuat model shaft-driven yang pertama yaitu Harley-Davidson XA, yang merupakan jiplakan mentah-mentah dari R75!
Spesifikasi:
Pembuat: BMW
Produksi: 1941–1946
Kelas: Sepeda motor/kombinasi sidecar (sespan)
Mesin: 745 cc flat-twin (OHV)
Bore / Stroke: 78 × 78 mm (3.1 × 3.1 in)
Tenaga: 26 hp (19 kW)
Berat: 420 kg (930 lb) (kering)

Saturday, August 31, 2013

Honda CG 125…bukti deferensiasi teknologi OHV








Lagi-lagi Honda menunjukan teknologi berbeda dalam urusan mesin 4 langkah diera 70′an lampau. Dimana kebanyakan produk sepeda motor melenggang dengan teknologi OHC (Over Head Camshaft) atau secara teknisnya, untuk menggerakkan buka tutup klep masuk maupun buang hanya memerlukan satu buah camshaft yang terletak di cilinder head, maka penggerak daya dari crackshaft menuju camshaft memanfaatkan chain atau yang lebih familiar kita sebut sebagai rantai kamrat. Tetapi waktu itu PT. Federal Motor yang merupakan pabrikan Honda di Indonesia sebelum bertransformasi menjadi Astra Honda Motor, melakukan deferensiasi teknologi pada salah satu produknya yang berjuluk Honda CG. Tidak seperti kebanyakan teknologi yang dianut oleh produk kebanyakan, Honda CG menerapkan sistem OHV (Over Head Valve). Dimana posisi camshaft terletak dibawah, diarea blok silinder, sedangkan untuk menggerakkan buka tutup klep diatur oleh rocker arm yang menggunakan mekanisme dari Push Road atau batang stik.
Yeaahhh…Teknologi Honda CG series memang tergolong unik dimasanya. Mungkin saking uniknya tersebut, nilai penjualannya dipublikpun tidak sebegitu heboh layaknya sang kakak, Honda CB series. Terlahir secara built-up pada tahun 1975 dengan menyandang mesin 125cc berkode K1. Motor ini memang mempunyai model design layaknya varian CB series. Bahkan dikalangan bikers awam, jika tidak mencermati bentuk head silinder yang rata tidak bersirip, mungkin mereka akan menyebut CG sebagai CB.


Dengan teknologi push rod layaknya mesin Harley Davidson, motor ini mempunyai torsi melimpah diputaran bawah. Tapi jangan kaget jika RPM berkitir tinggi, suara kasar mesin adalah bunyi-bunyian yang biasa terdengar oleh sang rider. Motor  yang dijejali teknologi 4 langkah, berkubikasi mesin 124cc silinder tunggal, dengan mengandalkan pendingin mesin berupa udara, mampu menyemburkan maksimum power 8.0kw pada 8.500rpm, serta maksimum torsi 0.9kgf-m pada 7.500rpm. Mengadopsi 4 tingkat perpindahan gigi perseneling ala motor bebek (1-2-3-4-N), dibantu oleh kopling manual tipe basah, mampu membawa pengendaranya berakselerasi hingga batas kecepatan 110kph. Sedangkan eloknya jalanan makadam tanah air waktu itu, mampu diredam dengan kelembutan shockbreker tipe springer yang terpasang didepan maupun belakang. Lantas urusan ngebutpun tidak menjadi masalah bagi bikers nekad pada masanya, karena hanya mengandalkan rem tromol depan belakang, dipastikan laju roda berdiameter 18″-250 depan dan 18″-275 belakang tidak akan terkontrol secara sempurna :-D . Dan yang perlu diperhatikan pada CG K1 ini adalah sorot sinar lampunya, jika sang biker tetep kekeuh melintas jalanan nan sepi, semisal diareal persawahan, pastikan indra penglihatan masih dalam taraf normal, karena cahaya remang dari sumber listrik berdaya 6v dari otak pengapian platina, kadang akan menyebabkan bahaya yang berkelanjutan :-D .
Memasuki tahun 1977, oleh pihak pabrikan Honda CG dipermak pada sektor kaki-kaki. Urusan peredam kejut, kini motor yang sudah beralih kode menjadi B tersebut mengaplikasikan model teleskopik pada bagian depan, serta perbaikan instrumen panel pada speedo yang sudah memperlihatkan penunjuk RPM dan kecepatan.
Menginjak tahun 1980, lagi-lagi motor yang sudah berganti kode menjadi C ini mendapat faceliftpada sektor kaki-kaki, yup…penambahan diskbrake pada bagian depan disertai embel-embel kata Sport Terbaru pada iklan komersial dimedia waktu itu, tetap saja tidak memberikan gambaran yang meriah diajang penjualan motor batangan. Mungkin konsumen lebih prefer untuk memboyong Honda GL 100-K1 ataupun Honda CB 125-K3 yang jelas-jelas lebih fresh dan hot modelnya kaleee :-D .
And the last…pada tahun 1982 akhir, produksi Honda CG 125 tersebut benar-benar dihentikan, serta penjualannyapun langsung dimatikan dari pasaran. Maka tidak heran jika varian CG 125 ini terbilang relatif kecil dibandingkan dengan saudara kandungnya CG 110. Dan mungkinkah karena teknologi push rod nan aneh tersebut yang menyebabkan populasi varian CG ini tidak bisa seheboh CB series maupun GL series? entahlahhhhh…..

10 hal kenapa saya ENJOY dengan motor HONDA Jadul..!!

8 Mei 2013 pukul 20:36
1. Coba perhatikan, kalo di stopan lagi berenti banyak mata pengendara motor memandang ke arah kita. Apalagi klo CB nya kinclong (baru dicuci, semir ban, cat dipoles, mesin baru digosok batu ijo), dan pasti pengendara motor sebelah lirik-lirik ke mesin dulu, lalu gatel dia pasti nanya..biasanya dia nanya gini.....
a. Ini motor Honda?(jelas-jelas logonya di tangki bensin ada...hehe)
b. Ini tahun berapa mas?
c. Mau dijual gak mas?
d. Berapa CC mas?
hehehe....teteuuup ENJOY mas..!!

2. Biarpun motor lawas, harga jual bisa ngalahin motor matic atau motor bebek..(kalo orsinilan 100%)..hehehe. .harganya ENJOOYY!!

3. Gara-gara turun mesin, wawasan kita buat ngulik, hunting dan tau sparepart jadi lebih berasa seperti ngurus keponakan / anak kecil..alias rewel tapi sayang dan ngurus. Mau keluar duit berapapun dijabanin ampe ludes buat beli accecories.. ..duit ludes?ENJOOYYY! !!

4. Kalo jiwanya mantab ke motor Honda, pasti sedikitnya pengen cari tau sejarah motor HONDA, bisa cari di Internet ada wikipedia, google, cyclechaos.com, atu portal web Honda lainnya. Alesannya biar ntar klo ada yg nanya seputar Honda..sedikitnya wawasan sekitar motor Honda tau..., karena blom tentu semua anak motor jadul ato motor modern sekalipun tau filosofinya mengendarai motornya masing-masing. ... tuh kan..ENJOOYYY! !!!

5. Anehnya..bawaan motor CB pas lagi seliweran di jalan, gak pernah pengen ngebut gila-gilaan. Walaupun pengen rasanya nyalip Tiger 2000 atau suzuki satria..hehehe, tapi sya pikir mending dikondisikan dengan keaadaan motor aja, Ntar maksain ngebut..taunya mesin JELEGUR..hehehe. Mungkin CC motor saya lumayan gede sekarang, ...., tapi itukan di tahun kelahirannya 1979 mungkin dulunya merajalela.. hihihi, sekarang kan taun 2013 bos... ibarat kakek-kakek yang dulunya atletis suka olahraga dan berotot...sekarang masih bisa fitnes tapi kalo diajak lari ngos-ngosan asmanya kumat...ngik. .ngiikk.. ngiikk ...ngos-ngosan? ENJOOOYY brad...

6. Kalo mogok di jalan, bisa dimaklum pengendara ato pengemudi lainnya. paling mereka bilang " wah..ya iyalah mogok, motor tua.." . Padahal,...buat saya mogok itu jadi biasa, kalo dulu..bentar-bentar telepon montir..ato udah putus asa, dorong aja gitu. dan akhirnya...jadi tau penyakitnya biarpun gak tau mogoknya gara-gara apa, tapi...bisa diambil hikmahnya... melatih sabar dan konsekwen. ............ .....iya, sabar dan ENJOOOOYYY!! !

7. Akrab sesama komunitas motor Honda Jadul se Indonesia, muda,tua,montir, tekhnisi dll yang secara gak nyangka trend setter Honda CB semakin menggila, harga sparepart pun di komunitas semakin jadi-jadian, tapi buat saya wajar...barang lama tapi dibutuhkan. ..... we all brothers ..right?ENJOOOOYY! !

8. Memang... sebagian orang-orang menganggap semakin menggila trend setter motor Honda Jadul gara-gara Honda lawas di film Janji Joni & Tarix Jabrix yang salah satunya pake honda 90 di film tersebut. ...The Tarix Jabrig & Janji Joni?ENJOY lah...

9. Banyak yang nawar dan nanya harga jual..dari mulai pengendara iseng, Kolektor, Pak Haji bandar sayur di pasar, Bandar beras, anak menteri, sodaranya Gubernur, Eksekutif muda, Preman insyaf, Motoris klub motor Honda masa kini, ibu-ibu yang pengen beliin anaknya motor vintage karena anaknya manja ikutan tren motor jadul..hehehe. ....
Tapi sayang, saya terlanjur cinta dengan motor Honda CB ini dan belom kepepet butuh duit..alesannya dinilai dari historis nya dan perjuangannya. ....hehehehe. Gak akan dijual eeuuyy....masih ENJOOOOYYYY euuyy!!

10. Dari 8 JAM AKTIVITAS saya, 60% adalah searching "all about HONDABIKE". ..hihihi.
super ENJOY!!!

Monday, July 15, 2013

Honda GL 100, Cafe Racer Patah Hati

Alkisah, Mutiara Agung from Kota Dawet Ayu Banjarnegara, sedang broken heart alias patah hati. Bukan bermaksud mellow, tetapi cerita indah yang telah dirangkai selama bertahun-tahun pupus sudah. Nasi sudah menjadi bubur, dan tukang bubur pun naik Haji.Waduh, enggak nyambung nih! He,he,he.

Ketimbang makin dalam perasaan patah hatinya, maka Agung lampiaskan rasa itu ke Honda GL-100 lawasnya. Ketiban bubur, eh duren, Pandu Setyabudi pentolan rumah modifikasi Orion Custom (OC) Banjarnegara, Jawa Tengah kasih konsep Café Racer (CR) sebagai obat galau.

Mengejar tampilan ala CR yang nunduk, modifikator gaul disapa Pandu ini konsen olah setang variasi pada ajrutan depan original. Cara pasangnya bukan seperti model konvensional. Namun Pandu sengaja memasang setang di bagian bawah segitiga atas. Sehingga, makin nunduk. Apalagi sok depan sudah diturunkan 5 cm dari segitiga atas.
Agar tampilan makin rapi, segitiga atas-bawah dibuat ulang dari material besi babet. Sehingga makin kekar dan berkesan padat, apalagi dipoles ulang agar makin berkilau.

Sasis belakang, dipermak ala buntut tawon. Sub frame dipangkas beberapa centimeter saja. “Termasuk bentuk jok yang sudah diolah dengan gaya berkerut khas motor klasik,” urai modifikator yang ngendon di Jl. Raya Dieng, Km 30, Banjarnegara, Jawa Tengah ini.

Pola hati terbalik di kover aki, sebagai simbol broken heart. Suit suit!. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan: IRC 110/70-17
Ban belakang: IRC 130/70-17
Sok belakang: YSS
Gas Spontan : Daytona

Yamaha Scorpio, Clean dan Simpel Berjuluk 66 Motorcycles


EM-Plus amati, Bro Adi Saputro ini pede ikutan kontes kelas Non Matik di ajang Yamaha Cuzztomatic 5. Ia nyaman bersaing dengan builder lain di kelas x-treme dan lolos scrut.

Jarahannya kental punya roh Jap’s ol skool. Ia menganut efisiensi desain juga budget. Di sektor sasis misalnya, konstruksi double down tube khasnya Yamaha ber-back bone tidak diotak atik. Zona ini malah jadi eye cathing desain tubular konvensional di sektor depan.
Khasnya Jap’s, konsentrasi kustom ada di peranti semisal tangki yang mendekati style cafe racer relatif memanjang diakhiri jok juga berdesain traditional. Di sektor depan, diberi sentuhan kecil, seperti pelindung lampu sebagai aksentuasi.

Lanjut ke tengah dan belakang, ada pertanyaan menggelitik. Tak dipasang dop atau bodi tutup aki dan air filter di kiri-kanan. Akibatnya, terlihat kosong seperti belum rampung.

Jika ada dop bakal lebih mengisi dan ada keseimbangan di sisi painting orangenya. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Delitire 100/80-18
Ban belakang : Swallow 120-80-18
Knalpot : Handmade
Pelek : Champ
Sok belakang: YSS